Bukan
apa apa, tapi saya hanya ingin menceritakan apa yang saya lihat selama
saya mengikuti perjalanan musik Indonesia sejak tahun 2000 sampai
sekarang.
Dimulai tahun 2000 hingga 2002.
Ketika itu adalah masa masa kejayaan SHEILA ON 7, DEWA 19 & PADI. Saat itu, lagu “Begitu Indah”, “Mahadewi”, “Sephia”, “Dua Sedjoli”, “Roman Picisan”, atau “Sahabat Sejati” begitu populer pada saat itu. Bahkan, salah satu album SHEILA ON 7 bertitel “Kisah Klasik Untuk masa Depan” laku terjual lebih dari 1 juta kopi. Nasib serupa juga dialami oleh PADI dengan album keduanya, “Sesuatu Yang Tertunda”.
Lalu berlanjut ke tahun 2003 hingga 2005.
Setelah sukses dengan lagu berjudul “Tegar”, ROSSA, kembali sukses mempopulerkan hits berjudul “Malam Pertama”.
PETERPAN, yang sempat mengisi album “Kisah 2002 Malam” hadir dengan debut album “Taman Langit” dan mengandalkan hits single berjudul “Mimpi Yang Sempurna“. Seketika itu juga, album “Taman Langit” langsung laris terjual 650 ribu keping, dan nama mereka semakin melejit setelah merilis lagu “Topeng”, ”Aku dan Bintang”, “Semua Tentang Kita”, dan “Sahabat”. Peterpan juga sempat memecahkan rekor konser promo album “Bintang Di Surga” di 6 Kota dengan sponsor salah satu merek rokok ternama dan tercatat dalam rekor MURI. Ditambah lagi, single single mereka yang diluncurkan ke pasaran selalu sukses merajai berbagai tangga lagu di banyak stasiun radio pada saat itu.
Dan begitu pula yang dirasakan oleh “UNGU”. Pertama dibentuk tahun 2002, kemudian sukses merebut hati masyarakat pecinta musik Indonesia dengan hits single berjudul “Suara Hati” & “Bayang Semu” ketika pertama kali hadir di blantika musik Indonesia.
Lalu kemudian, hadir TIA, salah satu jawara sebuah reality show di sebuah stasiun televisi swasta, sukses menembus pasar dengan menelurkan satu hits berjudul “Adilkah Ini”.
Saat itu, juga hadir lagu bertitel “Kubenci Kau Dengan Cintaku” yang keluar sebagai jawara sebuah reality show di sebuah stasiun televisi swasta, dan saat itu dibawakan oleh TITO, menjadi hits dan sempat bertengger di tangga lagu beberapa radio.
Dan akhir 2005, inilah saat pertama SAMSONS dan KERISPATIH tampil di dunia musik Indonesia, Samsons yang hadir dengan debut album “Naluri Lelaki” dan hits single dengan judul yang sama, sempat menduduki posisi jawara di berbagai tangga lagu di radio radio. Sementara Kerispatih, dengan album debutnya berjudul “Kejujuran Hati” yang mengandalkan hits single dengan judul yang sama, serta lagu berjudul “Tapi Bukan Aku”, dikenal dengan lagu lagu yang berkesan melankolis dan bercerita tentang cinta.
Lanjut lagi kita ke tahun 2006.
Setelah sukses dengan hits berjudul “Naluri Lelaki”, SAMSONS kembali sukses mempopulerkan “Kenangan Terindah”, “Bukan Diriku” , dan “Akhir Rasa Ini”, yang masih diambil dari album “Naluri Lelaki”.
Kemudian, setelah kesuksesan album “Langkah Baru”, salah satu grup band asal Banjarmasin, RADJA, kembali sukses meluncurkan album”Aku Ada Karena Kau Ada” dengan hits single “Benci Bilang Cinta” dan “Ikhlas”.
Lalu UNGU kembali hadir lagi berjudul “Melayang” dengan menjagokan lagu “Demi Waktu”, “Melayang”, “Aku Bukan Pilihan Hatimu”, dan sempat didaulat menjadi pengisi soundtrack film “Coklat Stroberi” dengan lagu berjudul “Disini Untukmu”.
Dan saat itu, bukan hanya RADJA, SAMSONS, & UNGU saja yang menikmati puncak kejayaannya. NIDJI, yang pertama kali muncul ke dunia musik Indonesia lewat debut album “Breakthru” yang mengandalkan single “Sudah”, “Disco Lazy Time”, “Bila Aku Jatuh Cinta”, “Child”, “Kau dan Aku” dan “Hapus Aku”, langsung melesat dalam waktu cepat. Begitu juga yang dirasakan oleh LETTO, dengan album “Truth, Cry, & Lie” yang menghadirkan beberapa hits seperti “Sampai Nanti, Sampai Mati”, “Truth, Cry, & Lie”, dan “Sandaran Hati”, nama mereka langsung melejit.
Selain NIDJI dan LETTO, 2006 juga merupakan awal karir BUNGA CITRA LESTARI di dunia musik Indonesia dengan album perdana “Cinta Pertama” mengandalkan hits single “Cinta Pertama (Sunny)” yang sekaligus menjadi soundtrack film “Cinta Pertama” dan “Saat Kau Pergi”, salah satu lagu yang menjadi original soundtrack film “Dealova”.
Dan kembali lagi ADA BAND dengan lagu “Karena Wanita Ingin Dimengerti”, “Surga Cinta” dan “Haruskah Kumati” yang diambil dari album “Romantic Rhapsody” sukses menjadi hits dan merajai berbagai tangga lagu di beberapa stasiun radio.
Dan kebetuan juga, lagu “Karena Wanita Ingin Dimengerti” dipilih
menjadi soundtrack sebuah film dan album “Romantic Rhapsody” disponsori
oleh sebuah produk pembalut wanita.
Dan saat itu pula hadir KANGEN BAND dengan album perdananya yang berjudul “Tentang Aku, Kau Dan Dia”, yang menjagokan hits single dengan judul yang sama, dan band ini sempat menjadi bahan cercaan banyak orang.
Namun, semakin kuat cercaan yang mengalir pada Kangen, Kangen Band justru semakin terkenal.
Berlanjut ke tahun 2007.
Tahun 2007 ini, merupakan awal dari munculnya sebuah grup band yang menjadi side project milik Andra Ramadhan, gitaris grup band Dewa 19, yaitu ANDRA & THE BACKBONE, yang terdiri dari Andra Ramadhan & Stevi Item pada gitar dan Dedi Lisan pada vokal.
Mereka meluncurkan album self titled di tahun 2007 dengan hits single “Musnah” dan “Sempurna”.
Mungkin kita masih ingat dengan lagu berjudul “Makhluk Tuhan Paling Seksi”, atau mungkin sudah lupa, mungkin untuk yang masih ingat, pasti anda tahu siapa yang menyanyikan lagu tersebut. Ya, pasca bubarnya grup RATU, MULAN JAMEELA, memilih menata kembali karirnya di dunia musik Indonesia sebagai penyanyi solo, yang merilis album debut berjudul “Makhluk Tuhan Paling Seksi”, dengan hits single dengan judul yang sama, sekaligus me-recycle lagu “Musnah” milik Andra & The Backbone, serta “Bukannya Aku Takut” milik Juilette.
Juga pada saat itu, hadirlah MATTA BAND yang berhasil mempopulerkan lagu berjudul ”Ketahuan” yang bercerita tentang pengkhianatan cinta, dan lagu ini sempat booming. Ya, booming. Bahkan, lagu ini pernah dinyanyikan dalam versi dangdut. Bukan cuma lagu itu saja yang sukses dinyanyikan Matta, lagu “Jatuh Cinta Lagi” juga cukup sukses menjadi hits.
Tahun ini juga menjadi awal karir GITA GUTAWA, putri seorang komposer kenamaan Indonesia, ERWIN GUTAWA. Meluncurkan album self titled dengan komposisi 12 lagu dan hits single “Bukan Permainan”, “Kembang Perawan”, dan me-recycle salah satu lagunya Andra & The Backbone yang berjudul “Sempurna”. Dia juga pernah meraih penghargaan SCTV Music Awards 2007 untuk penyanyi wanita terfavorit & album pendatang baru terfavorit.
Hingga Tahun 2008
Awal tahun 2008, saat itulah hadirnya AFGAN, salah satu penyanyi pendatang baru saat itu, meluncurkan “Confession No. 1” dengan hits single berjudul “Terima Kasih Cinta” dan “Sadis”. Lalu ada juga D’MASIV, sang jawara sebuah reality show yang dibesut oleh Deteksi Production dan didukung oleh salah satu merek rokok ternama, A Mild Wanted 2007, hadir ke depan khayalak umum dengan merilis album debut “Perubahan” yang menjagokan hits single “Cinta Ini Membunuhku” dan “Cinta Sampai Disini”. Dan disinilah sebuah kontroversi terjadi, ketika sebuah stasiun televisi swasta menyebutkan sebanyak 7 lagu milik D’Masiv menjiplak lagu milik band luar negeri kenamaan, seperi Muse, My Chemical Romance, Incubus, Switchfoot, dan sebagainya.
Kemudian, setelah kehadiran WALI BAND dengan album debut berjudul “Orang Bilang” dan hits single yang berjudul “Dik”, serta rilisnya album kedua ST12 yang berjudul “P.U S.P.A” pada pertengahan 2008, rasanya 2008-lah tahun ketika band band bergenre melayu mulai mendominasi dunia musik tanah air, dan semakin banyaknya band band yang sukses di jalur melayu seperti ST12, HIJAU DAUN, WALI BAND, dan KANGEN BAND membuat sebagian orang bertanya tanya:
“Kok musik Indonesia sekarang lagu lagunya mendayu dayu mulu ?
Kok lagu lagu sekarang pasti isinya nggak lebih dari cinta dan patah hati mulu ?
Kok band band Indonesia sekarang pada banyak yang melayu ya ? Apa selera pasar yang bikin mereka kayak gitu ?”
Dan sampailah kita di tahun 2009
Kevin Aprilio, anak dari pasangan Addie MS & Memes, bersama ketiga rekannya, membentuk grup band VIERRA, sebuah grup band yang mencoba tampil beda dengan mengusung aliran Power Pop Disney dan berpenampilan unik, serta vokalis dengan suara yang unik.
Namun, lagi lagi ada sebuah gosip tak sedap menimpa mereka, dikabarkan bahwa lagu lagi milik Vierra adalah hasil jiplakan.
Namun, kesetiaan Vierrania – sebutan untuk penggemar Vierra – menyemangati Vierra, hingga bisa terus sukses menjagokan beberapa hits single mereka di album debut Vierra, “My First Love”, yang pertama,”Dengarkan Curhatku”, lalu kemudian ada “Bersamamu” dan “Perih”, dan terakhir, “Jadi Yang Kuinginkan”.
Lalu sebuah peristiwa mengejutkan terjadi pada bulan Ramadhan tahun lalu. Pasangan Anang Hermansyah & Krisdayanti, yang sudah 13 tahun bersama dalam sebuah keharmonisan, akhirnya bubar, dan hak asuh terhadap kedua anak mereka dipegang oleh Anang Hermansyah. Tak kita sangka, pasangan yang selama ini kita kenal sangat harmonis dan seakan tidak memiliki masalah apapun pada keluarga mereka, ternyata bercerai.
Saat suasana inilah, Anang Hermansyah memutuskan untuk menandai perceraian mereka dengan sebuah single bertitel “Separuh Jiwaku Pergi”. Dan ternyata, sebuah fakta yang cukup membuat kita terkagum-kagum, RBT lagu tersebut didownload oleh lebih dari 1 juta pengguna ponsel di Indonesia, dan popularitasnya makin menanjak seiring duetnya dengan Syahrini dalam lagu berjudul “Jangan Memilih Aku”.
Baik, saya cukupkan saja cerita saya di sini, disini saya hanya ingin membagi pengalaman saya selama ini, dan sebetulnya tidak ingin menyinggung perasaan siapapun.
Terima Kasih.
Dimulai tahun 2000 hingga 2002.
Ketika itu adalah masa masa kejayaan SHEILA ON 7, DEWA 19 & PADI. Saat itu, lagu “Begitu Indah”, “Mahadewi”, “Sephia”, “Dua Sedjoli”, “Roman Picisan”, atau “Sahabat Sejati” begitu populer pada saat itu. Bahkan, salah satu album SHEILA ON 7 bertitel “Kisah Klasik Untuk masa Depan” laku terjual lebih dari 1 juta kopi. Nasib serupa juga dialami oleh PADI dengan album keduanya, “Sesuatu Yang Tertunda”.
Lalu berlanjut ke tahun 2003 hingga 2005.
Setelah sukses dengan lagu berjudul “Tegar”, ROSSA, kembali sukses mempopulerkan hits berjudul “Malam Pertama”.
PETERPAN, yang sempat mengisi album “Kisah 2002 Malam” hadir dengan debut album “Taman Langit” dan mengandalkan hits single berjudul “Mimpi Yang Sempurna“. Seketika itu juga, album “Taman Langit” langsung laris terjual 650 ribu keping, dan nama mereka semakin melejit setelah merilis lagu “Topeng”, ”Aku dan Bintang”, “Semua Tentang Kita”, dan “Sahabat”. Peterpan juga sempat memecahkan rekor konser promo album “Bintang Di Surga” di 6 Kota dengan sponsor salah satu merek rokok ternama dan tercatat dalam rekor MURI. Ditambah lagi, single single mereka yang diluncurkan ke pasaran selalu sukses merajai berbagai tangga lagu di banyak stasiun radio pada saat itu.
Dan begitu pula yang dirasakan oleh “UNGU”. Pertama dibentuk tahun 2002, kemudian sukses merebut hati masyarakat pecinta musik Indonesia dengan hits single berjudul “Suara Hati” & “Bayang Semu” ketika pertama kali hadir di blantika musik Indonesia.
Lalu kemudian, hadir TIA, salah satu jawara sebuah reality show di sebuah stasiun televisi swasta, sukses menembus pasar dengan menelurkan satu hits berjudul “Adilkah Ini”.
Saat itu, juga hadir lagu bertitel “Kubenci Kau Dengan Cintaku” yang keluar sebagai jawara sebuah reality show di sebuah stasiun televisi swasta, dan saat itu dibawakan oleh TITO, menjadi hits dan sempat bertengger di tangga lagu beberapa radio.
Dan akhir 2005, inilah saat pertama SAMSONS dan KERISPATIH tampil di dunia musik Indonesia, Samsons yang hadir dengan debut album “Naluri Lelaki” dan hits single dengan judul yang sama, sempat menduduki posisi jawara di berbagai tangga lagu di radio radio. Sementara Kerispatih, dengan album debutnya berjudul “Kejujuran Hati” yang mengandalkan hits single dengan judul yang sama, serta lagu berjudul “Tapi Bukan Aku”, dikenal dengan lagu lagu yang berkesan melankolis dan bercerita tentang cinta.
Lanjut lagi kita ke tahun 2006.
Setelah sukses dengan hits berjudul “Naluri Lelaki”, SAMSONS kembali sukses mempopulerkan “Kenangan Terindah”, “Bukan Diriku” , dan “Akhir Rasa Ini”, yang masih diambil dari album “Naluri Lelaki”.
Kemudian, setelah kesuksesan album “Langkah Baru”, salah satu grup band asal Banjarmasin, RADJA, kembali sukses meluncurkan album”Aku Ada Karena Kau Ada” dengan hits single “Benci Bilang Cinta” dan “Ikhlas”.
Lalu UNGU kembali hadir lagi berjudul “Melayang” dengan menjagokan lagu “Demi Waktu”, “Melayang”, “Aku Bukan Pilihan Hatimu”, dan sempat didaulat menjadi pengisi soundtrack film “Coklat Stroberi” dengan lagu berjudul “Disini Untukmu”.
Dan saat itu, bukan hanya RADJA, SAMSONS, & UNGU saja yang menikmati puncak kejayaannya. NIDJI, yang pertama kali muncul ke dunia musik Indonesia lewat debut album “Breakthru” yang mengandalkan single “Sudah”, “Disco Lazy Time”, “Bila Aku Jatuh Cinta”, “Child”, “Kau dan Aku” dan “Hapus Aku”, langsung melesat dalam waktu cepat. Begitu juga yang dirasakan oleh LETTO, dengan album “Truth, Cry, & Lie” yang menghadirkan beberapa hits seperti “Sampai Nanti, Sampai Mati”, “Truth, Cry, & Lie”, dan “Sandaran Hati”, nama mereka langsung melejit.
Selain NIDJI dan LETTO, 2006 juga merupakan awal karir BUNGA CITRA LESTARI di dunia musik Indonesia dengan album perdana “Cinta Pertama” mengandalkan hits single “Cinta Pertama (Sunny)” yang sekaligus menjadi soundtrack film “Cinta Pertama” dan “Saat Kau Pergi”, salah satu lagu yang menjadi original soundtrack film “Dealova”.
Dan kembali lagi ADA BAND dengan lagu “Karena Wanita Ingin Dimengerti”, “Surga Cinta” dan “Haruskah Kumati” yang diambil dari album “Romantic Rhapsody” sukses menjadi hits dan merajai berbagai tangga lagu di beberapa stasiun radio.
Dan saat itu pula hadir KANGEN BAND dengan album perdananya yang berjudul “Tentang Aku, Kau Dan Dia”, yang menjagokan hits single dengan judul yang sama, dan band ini sempat menjadi bahan cercaan banyak orang.
Namun, semakin kuat cercaan yang mengalir pada Kangen, Kangen Band justru semakin terkenal.
Berlanjut ke tahun 2007.
Tahun 2007 ini, merupakan awal dari munculnya sebuah grup band yang menjadi side project milik Andra Ramadhan, gitaris grup band Dewa 19, yaitu ANDRA & THE BACKBONE, yang terdiri dari Andra Ramadhan & Stevi Item pada gitar dan Dedi Lisan pada vokal.
Mungkin kita masih ingat dengan lagu berjudul “Makhluk Tuhan Paling Seksi”, atau mungkin sudah lupa, mungkin untuk yang masih ingat, pasti anda tahu siapa yang menyanyikan lagu tersebut. Ya, pasca bubarnya grup RATU, MULAN JAMEELA, memilih menata kembali karirnya di dunia musik Indonesia sebagai penyanyi solo, yang merilis album debut berjudul “Makhluk Tuhan Paling Seksi”, dengan hits single dengan judul yang sama, sekaligus me-recycle lagu “Musnah” milik Andra & The Backbone, serta “Bukannya Aku Takut” milik Juilette.
Juga pada saat itu, hadirlah MATTA BAND yang berhasil mempopulerkan lagu berjudul ”Ketahuan” yang bercerita tentang pengkhianatan cinta, dan lagu ini sempat booming. Ya, booming. Bahkan, lagu ini pernah dinyanyikan dalam versi dangdut. Bukan cuma lagu itu saja yang sukses dinyanyikan Matta, lagu “Jatuh Cinta Lagi” juga cukup sukses menjadi hits.
Tahun ini juga menjadi awal karir GITA GUTAWA, putri seorang komposer kenamaan Indonesia, ERWIN GUTAWA. Meluncurkan album self titled dengan komposisi 12 lagu dan hits single “Bukan Permainan”, “Kembang Perawan”, dan me-recycle salah satu lagunya Andra & The Backbone yang berjudul “Sempurna”. Dia juga pernah meraih penghargaan SCTV Music Awards 2007 untuk penyanyi wanita terfavorit & album pendatang baru terfavorit.
Hingga Tahun 2008
Awal tahun 2008, saat itulah hadirnya AFGAN, salah satu penyanyi pendatang baru saat itu, meluncurkan “Confession No. 1” dengan hits single berjudul “Terima Kasih Cinta” dan “Sadis”. Lalu ada juga D’MASIV, sang jawara sebuah reality show yang dibesut oleh Deteksi Production dan didukung oleh salah satu merek rokok ternama, A Mild Wanted 2007, hadir ke depan khayalak umum dengan merilis album debut “Perubahan” yang menjagokan hits single “Cinta Ini Membunuhku” dan “Cinta Sampai Disini”. Dan disinilah sebuah kontroversi terjadi, ketika sebuah stasiun televisi swasta menyebutkan sebanyak 7 lagu milik D’Masiv menjiplak lagu milik band luar negeri kenamaan, seperi Muse, My Chemical Romance, Incubus, Switchfoot, dan sebagainya.
Kemudian, setelah kehadiran WALI BAND dengan album debut berjudul “Orang Bilang” dan hits single yang berjudul “Dik”, serta rilisnya album kedua ST12 yang berjudul “P.U S.P.A” pada pertengahan 2008, rasanya 2008-lah tahun ketika band band bergenre melayu mulai mendominasi dunia musik tanah air, dan semakin banyaknya band band yang sukses di jalur melayu seperti ST12, HIJAU DAUN, WALI BAND, dan KANGEN BAND membuat sebagian orang bertanya tanya:
“Kok musik Indonesia sekarang lagu lagunya mendayu dayu mulu ?
Kok lagu lagu sekarang pasti isinya nggak lebih dari cinta dan patah hati mulu ?
Kok band band Indonesia sekarang pada banyak yang melayu ya ? Apa selera pasar yang bikin mereka kayak gitu ?”

Dan sampailah kita di tahun 2009
Kevin Aprilio, anak dari pasangan Addie MS & Memes, bersama ketiga rekannya, membentuk grup band VIERRA, sebuah grup band yang mencoba tampil beda dengan mengusung aliran Power Pop Disney dan berpenampilan unik, serta vokalis dengan suara yang unik.
Namun, lagi lagi ada sebuah gosip tak sedap menimpa mereka, dikabarkan bahwa lagu lagi milik Vierra adalah hasil jiplakan.
Namun, kesetiaan Vierrania – sebutan untuk penggemar Vierra – menyemangati Vierra, hingga bisa terus sukses menjagokan beberapa hits single mereka di album debut Vierra, “My First Love”, yang pertama,”Dengarkan Curhatku”, lalu kemudian ada “Bersamamu” dan “Perih”, dan terakhir, “Jadi Yang Kuinginkan”.
Lalu sebuah peristiwa mengejutkan terjadi pada bulan Ramadhan tahun lalu. Pasangan Anang Hermansyah & Krisdayanti, yang sudah 13 tahun bersama dalam sebuah keharmonisan, akhirnya bubar, dan hak asuh terhadap kedua anak mereka dipegang oleh Anang Hermansyah. Tak kita sangka, pasangan yang selama ini kita kenal sangat harmonis dan seakan tidak memiliki masalah apapun pada keluarga mereka, ternyata bercerai.
Saat suasana inilah, Anang Hermansyah memutuskan untuk menandai perceraian mereka dengan sebuah single bertitel “Separuh Jiwaku Pergi”. Dan ternyata, sebuah fakta yang cukup membuat kita terkagum-kagum, RBT lagu tersebut didownload oleh lebih dari 1 juta pengguna ponsel di Indonesia, dan popularitasnya makin menanjak seiring duetnya dengan Syahrini dalam lagu berjudul “Jangan Memilih Aku”.
Baik, saya cukupkan saja cerita saya di sini, disini saya hanya ingin membagi pengalaman saya selama ini, dan sebetulnya tidak ingin menyinggung perasaan siapapun.
Terima Kasih.





























